Orang ini Abadikan Impian Anak-Anak Melalui Lensa Kameranya


Setiap anak punya impian, setiap diri mereka pasti memiliki harapan atau gambaran masa depan ideal mereka. Setiap impian anak pasti memiliki keindahan dan ceritanya sendiri. Tak heran jika ada seorang fotografer yang tergerak untuk mengabadikan impian-impian setiap anak. Seperti yang dilansir oleh worldobserveronline.com, seorang fotografer bernama Sofie Knijff telah menghabiskan beberapa tahun lamanya untuk keliling dunia, mengabadikan dan mendokumentasikan cita-cita atau ambisi anak-anak di seluruh dunia dari Afrika Selatan hingga Brazil.

Knijff terinspirasi melakukan perjalanan keliling dunia sambil mengabadikan impian anak-anak setelah ia berinteraksi dengan sepupunya yang bermain pura-pura sebagai tentara. "Sejauh mana impian kita dipengaruhi lingkungan sekitar, budaya, sejarah, dan kondisi kehidupan kita?" tanya Knijff pada dirinya sendiri. Sejak saat itu ia mulai petualangannya dengan lensa kamera untuk mengabadikan impian setiap anak di seluruh dunia.
Salah satu ciri khas yang paling menonjol dari setiap foto yang diambilnya adalah penggunaan latar belakang kain berwarna hitam. "Dengan menggunakan latar belakang yang sama, aku menciptakan sebuah panggung tempat impian dapat menjadi nyata," jelasnya dalam wawancara dengan Huffington Post. Ia pun menambahkan bahwa penting sekali untuk membebaskan anak-anak untuk menemukan dan menciptakan dunia fantasinya sendiri.

Setiap anak yang ditemuinya memiliki impian atau cita-cita yang berbeda-beda. Ada yang ingin menjadi dokter, jurnalis, penjaga toko, pengusaha, hingga Harry Potter. Dari pengalamannya tersebut, Knijff menyimpulkan bahwa anak-anak menemukan impian atau cita-citanya melalui pengalaman pribadinya sendiri dan pengalamannya. Selain itu ada sebuah pengalaman yang membuat dirinya sendiri terkejut. "Sebuah kejadian yang membuatku tersentak adalah ada seorang anak laki-laki di Varanasi (India) yang bilang padaku bahwa ia tak punya impian. Ia sudah bekerja untuk hidup, memberi nafkah keluarganya. Satu-satunya harapan yang dimilikinya adalah agar tidak kehilangan pekerjaannya."

Post a Comment

0 Comments