Cosleeping: Tidur Seranjang Dengan Bayi, Aman Tidak Ya?


Bagi Anda para orang tua yang baru saja memiliki anak, tentu saja sangat 'lengket' dengan si kecil. Rasanya tak ingin melepaskan mereka barang sedetik pun dari pandangan kita. Bahkan, ketika mereka tidur. Namun, bagaimana ya jika tidur dalam satu ranjang bersama si kecil?
Di Amerika, kegiatan tidur bersama dalam satu tempat tidur bersama bayi disebut cosleeping. Banyak orang yang mendukung gerakan ini, alasannya antara lain:
  • Cosleeping mendukung kegiatan menyusui menjadi lebih mudah, apalagi di tengah malam.
  • Mempermudah sang ibu dan bayi mencocokkan jam tidur mereka.
  • Membantu bayi lebih mudah tidur, khususnya selama bulan-bulan awal saat bayi lebih mudah terbangun di malam hari.
  • Membantu kedekatan orang tua dan anak.
Cosleeping adalah hal yang lazim dilakukan oleh orang-orang di kebudayaan non-Barat, misalnya Asia. Tentunya, mereka yang mempraktekan hal ini memiliki perbedaan dalam ukuran bantal, guling dan selimut untuk sang bayi dan orang tua. Pasalnya, tak sedikit kecelakaan yang terjadi akibat kelalaian orang tua saat tidur bersama bayinya. Menurut lembaga penelitian di Amerika Serikat, setidaknya ada 515 kematian terkait dengan bayi dan balita yang terjadi tempat tidur orang dewasa.
Berdasarkan saran para ahli di CPSC, Amerika, berikut adalah orang-orang yang tidak disarankan tidur bersama bayi dan balita:
  1. Anak-anak lain yang berusia sekitar 1-7 tahun, karena dikhawatirkan mereka tidak menyadari keberadaan sang bayi di tempat tidur
  2. Orang tua yang berada dalam pengaruh obat-obatan terlarang dan alkohol
  3. Orang tua yang merokok, karena memiliki potensi mengakibatkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome).
Masing-masing orang tua dan bayi memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk dalam pengasuhan anak. Baik cosleeping maupun tidur terpisah dengan bayi memiliki keuntungan dan kekurangan. Manakah yang Anda pilih? Bagikan pengalaman Anda dalam kolom sharing di bawah ini.

Post a Comment

0 Comments