Motivasi bekerja keras sudah diajarkan sejak 1,700 tahun lalu


Di belahan bumi manapun, para guru secara tidak langsung dengan sabar menanamkan jiwa untuk lebih keras berusaha dan bekerja serta tenang dalam menghadapi masalah kepada murid-muridnya.

Hal itu pun juga ternyata juga telah dilakukan oleh para guru Mesir kuno sejak 1,700 tahun lalu. Bukti dari pembelajaran tersebut berhasil terungkap melalui sebuah tulisan di sebuah dinding yang dibangun saat bangsa Romawi menguasai Mesir saat itu.

Dikutip dari Daily Mail (12/02), dinding tersebut diperkirakan merupakan bagian dari sebuah bangunan atau mungkin sebuah kelas yang mengajarkan berbagai hal termasuk motivasi untuk bekerja giat dan berusaha semaksimal mungkin kepada anak didiknya oleh para guru.

Di dinding tersebut, banyak tulisan-tulisan Yunani kuno termasuk quotation atau kutipan dari puisi dari Homer seorang pujangga yang berjudul The Odyssey.

Di ruangan yang berbeda juga ditemukan tulisan-tulisan penyemangat yang senada serta doktrin untuk meningkatkan kemampuan retorika para murid sampai level dewa.

Salah satu kutipan dari tulisan di dinding tersebut adalah, "Bekerja keras membuat pria menjadi jantan."

Bangunan dan dinding sekolah tersebut terletak di Amheida di Dakhla Oasis, sekitar 200 mil dari barat Sungai Nil yang dulunya bernama Trimithis.

Tidak hanya memotivasi melalui ucapan dan tulisan, dijelaskan pula murid-murid pada saat itu juga wajib menyalin tulisan-tulisan tersebut yang dipercaya memiliki kekuatan magis.

Sebenarnya, bangunan tersebut telah ditemukan sejak tahun 1979, namun sejak tahun 2001, para arkeolog mulai menggali lebih dalam lagi.

Seorang arkeolog bernama Raffaella Cribiore dari New York University menjelaskan bahwa setelah menjadi sebuah sekolah, bangunan tersebut bertahan kurang lebih hanya 20 tahun yang akhirnya ditutup dan dialihfungsikan menjadi rumah tinggal seorang anggota dewan bernama Sorenos.

para peneliti memperkirakan bahwa sekolah tersebut akhirnya ditutup dengan dua alasan, yaitu sang guru pergi meninggalkan tempat tersebut atau juga telah mati pada saat itu.

Walaupun telah berganti fungsi, namun sang pemilik rumah baru tetap mengawetkan tulisan-tulisan di dinding tersebut sebagai tanda kehebatan pola pikir sang guru serta mengagumi motivasi yang terpahat di sana.

Post a Comment

0 Comments